Langsung ke konten utama

PERAN MAHASISWA DALAM MENCERDASKAN BANGSA

Minggu lalu, FORDISMA (Forum Diskusi Mahasiswa) Fakultas Hukum telah membahas mengenai definisi dari mahasiswa, maka minggu ini (19 September 2018) kami membahas topik mengenai “Peran Mahasiswa dalam Mencerdaskan Bangsa”. Diskusi diawali dari moderator yang memaparkan sekilas berkenaan dengan topik yang akan dibahas. 

Bahwasannya, mahasiswa menjadi salah satu alat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini dikarenakan, banyaknya masyarakat yang menganggap mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change). Selain itu, masyarakat juga menganggap bahwa sebutan “mahasiswa” adalah sebutan atau julukan atau status tertinggi yang dimiliki oleh orang-orang tertentu, yang mana derajatnya lebih tinggi diantara siswa-siswi SD, SMP maupun SMA. Penilaian masyarakat kepada mahasiswa juga dianggap sebagai sekumpulan orang-orang yang sudah menguasai atau mengetahui segala ilmu pengetahuan sesuai bidangnya masing-masing. Hal ini menjadi suatu konflik antar mahasiswa karena mereka masih merasa perlu banyak belajar dan sulit mengakui bahwa masing-masing merasa sudah mengetahui segalanya. Tuntutan terberat dari masyarakat kepada mahasiswa adalah ketika keluar dari universitas, dan terjun ke masyarakat, dapat memberikan suatu perubahan yang lebih baik. Salah satunya adalah membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Perlu diketahui bahwa kalimat “mencerdaskan kehidupan bangsa” merupakan salah satu tujuan dari negara Indonesia yang tertera jelas di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 pada alenia keempat. Memang terlihat sederhana kalimat yang diucapkan, namun berat dalam mengimplementasikannya di kehidupan nyata.

Sebelum membahas lebih dalam mengenai topik yang akan dibahas, maka akan lebih baik mengetahui dan menyepakati bersama mengenai definisi dari cerdas. Forum diskusi yang diikuti oleh Ananda Meisyta Salsabilla, Amalia Nur Ilmi, Nahdah Shifani, Rezike Nurul Ergiarti, Baha Uddin Al Fattah, Dwiky Adriansyah, Ilham Aulia Hirsyam, Andika Febri Pratama, Muhammad Alvin, Adjie Santanu, dan Priandina Rizki Rahayu di ruang Q201 mulai memaparkan argumentasinya masing-masing mengenai definisi dari cerdas.

FORDISMA FH - 2018

Adapun beberapa pendapat dari peserta forum mengenai definisi cerdas seperti:
1. Cerdas adalah tidak hanya persoalan untuk mendapatkan prestasi saja, melainkan bagaimana cara
    untuk dapat mengendalikan hawa nafsu.
2. Cerdas adalah suatu kemampuan berpikir untuk sebisa mungkin memanfaatkan peluang walau
    sekecil apapun serta dari situ dapat memanajemen atau membagi waktu dengan baik.
3. Cerdas adalah suatu sikap untuk menempatkan posisi di mana dia berada atau memiliki sifat profesional, serta pemikiran yang inovatif atau membangun ketika melihat keadaan di sekitarnya.
4.  Cerdas adalah ketika seseorang dapat mengenali potensi yang dimiliki dirinya sendiri, yang mana potensi tersebut selain dapat menguntungkan diri sendiri, juga dapat menguntungkan bagi orang lain. Dalam hal ini sesuai dengan ajaran Islam yang mengatakan “jadilah manusia yang berguna bagi manusia lainnya”.
5.  Cerdas adalah suatu pemikiran untuk dapat menemukan solusi dan meminimalisir terjadinya risiko dalam pengambilan suatu keputusan.
6. Cerdas adalah suatu keadaan yang berbeda dengan pintar dan pandai. Yang mana, cerdas merupakan penggabungan antara pintar dan pandai. Maka, jika seseorang dikatakan cerdas, berarti dia memiliki pemikiran yang pintar (akademis) dan pandai (non-akademis).
7.  Cerdas identik dengan orang-orang yang memiliki prestasi banyak, dan nilai akademis yang baik di sekolahnya.
8. Dikatakan cerdas apabila dapat meminimalisir resiko, berani ambil sikap, inisiatif yang kuat, berpikir secara umum (tidak egois), disiplin, menerapkan nilai-nilai Pancasila serta memiliki rasa anggah-ungguh (tata karma atau sopan santun) baik berbicara kepada sesama maupun yang lebih tua dari kita.
Dari beberapa pendapat mengenai definisi cerdas, forum menyepakati bahwa cerdas tidak hanya soal nilai akademik saja namun soft skill atau kemampuan yang ada dalam diri juga ikut berperan penting dalam memulai sampai melakukan kegiatan tersebut.

Sesuai dengan topiknya yakni mencerdaskan bangsa, maka forum menyepakati bahwa definisi dari bangsa adalah sekumpulan orang yang mengaku satu tanah air yakni tanah air Indonesia dengan memiliki ciri khas masing-masing daerah seperti ras, agama, bahasa, serta adat istiadat.

FORDISMA FH - 2018

Masuk pada topik diskusi mengenai “Peran Mahasiswa dalam Mencerdaskan Bangsa”, muncul sebuah pertanyaan, “Mengapa harus mahasiswa yang menjadi salah satu alat untuk mencerdaskan Bangsa? Padahal seorang mahasiswa juga masih menuntut ilmu di kampusnya?”.
Adapun beberapa pendapat mengenai pertanyaan tersebut, seperti:
1.  Karena mahasiswa kedudukannya lebih tinggi di antara siswa-siswi SD, SMP, dan SMA, maka sudah sepantasnya menjadi alat mencerdaskan bangsa karena telah mengenyam pendidikan hingga jenjang sarjana. Sehingga, meski sedang belajar dapat menyalurkan ilmunya kepada masyarakat yang membutuhkan ilmu tersebut dengan jalan mengadakan sosialisasi.
2.  Mahasiswa merupakan harapan bangsa Indonesia. Yang mana sesuai dengan Tri Dharma yakni salah satunya adalah pengabdian, dan cara mahasiswa mengabdi pada masyarakat adalah dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat tersebut dan menyebarluaskan ilmu yang kita pelajari di perkuliahan.
3.   Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa, merupakan alat untuk meminimalisir keterpurukan di lingkungan masyarakat terutama bidang pendidikan. Seperti yang sudah dikatakan bahwa mahasiswa adalah sosok yang dipandang masyarakat telah mengetahui segalanya, maka sudah seharusnya mahasiswa menjadi contoh bagi masyarakat. Selain itu, mahasiswa diharapkan dapat mencari ide-ide kreatif dan inovatif bagi perkembangan ilmu pengetahuan di lingkungan masyarakat, agar masyarakat juga bisa mendapatkan ilmu seperti yang kita peroleh di perkuliahan. Dalam hal ini mahasiswa berperan sebagai pelopor dalam mencerdaskan bangsa di bidang pendidikan.
4.  Pepatah Arab mengatakan, “Syubanul yaom, rijalul ghad” yang artinya pemuda atau remaja di masa sekarang ini merupakan pemimpin di masa yang akan datang. Selain itu, perlu di ketahui, “Inna fi yadi syubban amrol ummah, wa fi aqdamihim hayataha” yang artinya sesungguhnya di tangan dan langkah pemuda lah urusan dan hidupnya suatu umat atau masyarakat. Maka alasan mengapa mahasiswa yang menjadi salah satu alat untuk mencerdaskan bangsa, bisa dilihat dari pepatah arab yang mana benar adanya bahwa generasi muda menjadi salah satu alat untuk kemajuan suatu bangsa dalam hal ini adalah masyarakat.
5.   Mahasiswa adalah masa yang tepat untuk produktif dalam artian dapat memunculkan ide-ide yang menarik untuk kemajuan bangsa dalam hal ini mencerdaskan bangsa di bidang yang banyak diminati oleh masyarakat.
6.  Karena mahasiswa adalah agent of change, yang mana sudah menempuh pendidikan di tingkat SD, SMP, SMA dan memasuki jenjang selanjutnya yakni Perguruan Tinggi tentu saja menjadi harapan dari suatu bangsa dalam hal ini masyarakat luas untuk dapat memajukan kualitas negara Indonesia dengan ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat tanpa terkecuali.
Argumentasi yang dipaparkan mengenai alasan mahasiswa menjadi salah satu alat untuk mencerdaskan bangsa tidak ada yang salah, semua benar adanya. Terlebih faktanya di dalam lingkungan masyarakat luas, yang memandang mahasiswa sebagai agen perubahan menjadi suatu tuntutan bagi mahasiswa sendiri ketika lulus dari perguruan tinggi agar bisa membawa negara Indonesia menjadi lebih baik dari sebelumnya.

FORDISMA FH - 2018

Muncul pertanyaan mengenai agent of change atau agen perubahan, “apa langkah-langkah untuk bisa menjadi agen perubahan?”
Forum menyepakati bahwa agen perubahan sepertinya kurang cocok digunakan untuk mahasiswa. Karena perubahan bisa bermakna dua hal, yakni perubahan yang baik dan perubahan yang buruk. Maka, sebutan yang cocok digunakan untuk mahasiswa adalah agen perbaikan bukan perubahan. Karena dengan sebutan agen perbaikan maka diharapkan tidak ada mahasiswa yang berubah menuju keburukan melainkan hanya kebaikan semata.
Berikut forum menyepakati mengenai langkah-langkah untuk menjadi agen perbaikan:
1.  Meningkatkan kesadaran dan soft skill lainnya di dalam diri masing-masing mahasiswa sebagai sumber daya manusia agen perbaikan.
2. Keberanian untuk mencoba pengalaman baru yang dapat memperbaiki kebiasaan buruk dan meningkatkan potensi masing-masing mahasiswa sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
(apabila ada tambahan bisa isi kolom komentar di bawah. Terima kasih)

Jadi, kesimpulan dari topik yang telah di bahas adalah peran mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat memang sangatlah penting, selain karena statusnya yang tinggi diantara siswa-siswi tingkat SD, SMP maupun SMA, juga merupakan agen perbaikan yang mana diharapkan dapat membawa masyarakat luas, masuk ke dalam suatu dunia ilmu pengetahuan sesuai dengan potensi masing-masing mahasiswa. Sehingga masyarakat menjadi cerdas dalam menyikapi suatu peristiwa dan tidak mudah dikendalikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sekian dan Terima kasih.

FORDISMA FH - 2018 // Terima kasih untuk Muhammad Alvin yang sudah berkenan untuk mengambil gambar dan rela untuk tidak ikut berpose bersama kami :') //

NB: FORDISMA FH dilaksanakan setiap hari Selasa jam dua siang di MKU FH.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Dibawa Ke Mana Nasib Bangsa Jika Generasi Muda Mati Rasa?

Jarum jam menunjukkan pukul 8 pagi. Namun, Frans baru saja terbangun dari tidurnya yang singkat setelah hampir semalaman ia ngelayab bersama teman-temannya mencari kesenangan versi generasi milenial. Padahal, hari itu ada mata kuliah yang akan dimulai tepat pukul 8 pagi. Tentu saja ia terlambat. Frans adalah salah satu mahasiswa di universitas swasta di Kota Tegal. Ia termasuk mahasiswa yang lumayan cerdas, tetapi sayang, semenjak ia mengenal dunia game online dan mulai kecanduan untuk memainkannya, hidupnya berubah. Ia mulai kehilangan konsentrasi untuk belajar dan berpikir kritis. Hari-harinya hanya dihabiskan untuk bercengkerama dengan smartphone -nya sambil nge- war (Istilah yang digunakan oleh para gamers untuk bermain game perang) bersama teman-teman yang satu aliran dengannya. Frans yang sekarang sangat berbeda dengan Frans yang dulu pada saat ia menjadi Ketua OSIS di SMA yang terkenal begitu disiplin dan mempunyai prinsip hidup yang jelas. Setali tiga uang, ada kemir...

MAHASISWA

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Kami, selaku penyelenggara Forum Diskusi Mahasiswa (FORDISMA) Fakultas Hukum mengucapkan selamat datang di Fakultas Hukum kepada seluruh mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal Tahun Ajar 2018/2019. Untuk membuka kegiatan di semester ganjil, Fordisma mengadakan diskusi yang bertemakan “Mahasiswa” diantara pertanyaan yang diajukan salah satunya adalah “apa  definisi dari mahasiswa?” Dari sekian banyaknya mahasiswa yang menghadiri forum ini, beberapa mulai menjabarkan pendapatnya sesuai dengan pahaman masing-masing. Ada yang mengatakan bahwa mahasiswa adalah sesosok manusia baru yang dilahirkan di era milenial, sebagai alat komunikasi antar penguasa dengan masyarakat, namun dilain sisi mahasiswa juga tidak bisa mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai sosok pelajar yang harus mempunyai nilai akademis yang baik. Adapun yang mencontohkan tentang mahasiswa yang berdemonstrasi beberapa waktu lalu yang me...

PENTINGNYA MENEJEMEN WAKTU BAGI MAHASISWA

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Setelah sekian lama Forum Diskusi Mahasiswa Fakultas Hukum meliburkan diri dikarenakan adanya pergantian pengurus, Alhamdulillah kini sudah aktif kembali. Pada kesempatan ini, FORDISMA (Forum Diskusi Mahasiswa) mengangkat topik mengenai “Pentingnya Menejemen Waktu Bagi Mahasiswa”. Pada forum diskusi kali ini, penyelenggara mengundang tamu istimewa yakni Dosen Fakultas Hukum, ibu Anindita Dwi Hapsari, S.H.,M.H . Adapun curriculum vitae beliau sebagai berikut: Nama                                        : Anindita Dwi Hapsari, S.H.,M.H Tempat Tanggal Lahir               : Tegal, 10 Maret 1991 Jabatan                                ...