Langsung ke konten utama

POLA PIKIR KRITIS MAHASISWA


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah Forum Diskusi Mahasiswa pada minggu lalu, tepatnya pada hari Rabu (5 Desember 2018) telah dilaksanakan di ruang MKU Fakultas Hukum UPS Tegal.
Pada kesempatan kali ini, FORDISMA (Forum Diskusi Mahasiswa) mengangkat topic mengenai “Pola Pikir Kritis Mahasiswa”. Pada forum diskusi kali ini, penyelenggara mengundang tamu istimewa yakni Bona Pascal Manihuruk, S.H sebagai pemateri. Adapun CV beliau sebagai berikut:
Nama                           : Bona Pascal Manihuruk
Tempat, tanggal lahir  : Tegal, 3 Mei 1994
Jenis Kelamin              : Laki-laki
Agama                         : Katholik
Status                          : Belum Menikah
Alamat                        : Jl.Pahlawan No.31, 002/019, Mejasem Barat, Kramat, Kabupaten Tegal
SD Putra Wacana Kota Tegal
2001 – 2007
SMP Atmaja Wacana Kota Tegal
2007 – 2010
SMA Pius Kota Tegal
2010 – 2013
Universitas Pancasakti Tegal
2014 - 2018
Pendidikan                


*Ilmu Hukum S1, Fakultas Hukum, Universitas Pancasakti Tegal. IPK : 3,44
Pengalaman Organisasi
2014 – 2015    : Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa FH UPS Tegal (DPM FH)
2015 – 2016    : Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Futsal Universitas Pancasakti Tegal
Sekretaris Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas   Pancasakti Tegal
2016 – 2017    : Sekretaris Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pancasakti  Tegal
Pengalaman Kerja
Periode 15 – 18 September 2016        : Staff Administrasi Akreditasi Pascasarjana FH UPS Tegal
Keahlian
Keahlian Komputer    : MS Office (Ms Word, Ms Excel, dan Ms Power Point)
Prestasi
Juara 1 Lomba Debat Fakultas Hukum Tahun 2015 Universitas Pancasakti Tegal

Forum diskusi yang dikoordinatori oleh Ananda Meisyta Salsabilla, mulai dibuka oleh Defa Silmina Berlian selaku moderator FORDISMA minggu lalu. Pembukaan diisi dengan pengertian secara umum mengenai pola pikir. Pola pikir berasal dari kata pola yang artinya bentuk dan pikir yang berarti pemikiran sebagai pengeluaran pendapat. Jadi bias dikatakan bahwa pola pikir adalah cara menilai dan memberikan kesimpulan terhadap sesuatu berdasarkan sudut pandang tertentu.
Dalam hal ini adalah pola pikir yang dimiliki oleh mahasiswa. Mahasiswa mampu berpikir secara baik dan benar karena didasari dengan cara mereka memperbanyak membaca buku dan memperbanyak belajar menganai organisasi. Mahasiswa itu sendiri merupakan penyambung lidah dari masyarakat. Pada era zaman sekarang, mahasiswa lebih condong mementingkan dirinya sendiri atau yang biasa disebut apatis. Mahasiswa yang seperti ini sulit untuk mengembangkan pola pikirnya, karena pola pikir berhubungan dengan karakter seseorang. Pola pikir juga dapat bergantung pada lingkungan.
Dalam menjalani perkuliahan di Fakultas Hukum, kita harus mampu mengedukasi masyarakat dengan cara memberikan edukasi melalui sosisal media, seperti menyebarkan berita-berita yang benar, aturan-aturan hokum yang baru, dan lain-lain. Nah, untuk mengedukasi masyarakat disini snagat diperlukan pola berpikir yang kritis. Kritis merupakan hal yang berkaitan dengan kepedulian mengenai lingkungan. Kritis juga bisa dikatakan sebagai suatu proses mental untuk menganalisis informasi yang ada.satu hal yang paling utama dalam berpikir kritis adalah peduli. Kritis timbul karena rasa peduli. Seperti halnya ketika kita menemukan suatu permasalahan, kita berpikir bahwa apa sih yang melatarbelakangi terjadinya permasalahan tersebut.
Ketika kita berpikir kritis, kita juga harus mampu untuk memberikan solusi dari sebuah permasalahan yang telah kita kritisi. Dalam mengkritisi suatu masalah perlu beberapa tahap atau aspek utama. Yaitu dengan membuat suatu rencana atau planning yang baik dan mengumpulkan data-data yang benar dan akurat yang akan kita kuatkan.
Pemaparan diatas merupakan hasil dari argument yang disampaikan oleh pemateri dan peserta. Forum yang diikuti oleh Ananda Meisyta S, Rezike Nurul E, Firyal Ova Risnendi, Novi Andreani, Ardho Nofanto, Aji Prabowo, Ade Ari Setiawan, Hendra Gunawan S, Defi Muslimah, Nahdah Shifani, Gizka Milenia Dwi L, Egy Dwi Maulana, Dwiky Adriansyah, Heri Setiawan, Kamal, A Rifki Alfarizi, Adjie Santanu, Moh Fahmy Ichwanudin, M Saeful Amin, Hadian Hendi Putra, M Nur Amien Al, Defa Silmina Berlian, Dhany, Priandina Rizki Rahayu.
Forum diakhiri dengan penyampaian kesimpulan dari moderator, yakni :
Pola pikir kritis mahasiswa adalah pola berfikir yang mampu menganalisis setiap apa yang dilihat dari sudut pandang yang konstruktif. Pola pikir kritis itu sendiri timbul karena pengetahuan dan kepedulian. Kritis itu melibatkan hati dan pikiran. Orang yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi kebangsaan atau apapun itu, tapi tidak memiliki pengetahuan lebih bisa saja kritis akan tetapi biasanya minim solusi. Maka kritis itu harus dengan pengetahuan bukan sekedar peduli.
Demikian forum diskusi yang diadakan minggu lalu, semoga bermanfaat bagi para pembaca. Sampai jumpa di hari Rabu, 12 Desember 2018.
Sekian dan terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


DOKUMENTASI



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Dibawa Ke Mana Nasib Bangsa Jika Generasi Muda Mati Rasa?

Jarum jam menunjukkan pukul 8 pagi. Namun, Frans baru saja terbangun dari tidurnya yang singkat setelah hampir semalaman ia ngelayab bersama teman-temannya mencari kesenangan versi generasi milenial. Padahal, hari itu ada mata kuliah yang akan dimulai tepat pukul 8 pagi. Tentu saja ia terlambat. Frans adalah salah satu mahasiswa di universitas swasta di Kota Tegal. Ia termasuk mahasiswa yang lumayan cerdas, tetapi sayang, semenjak ia mengenal dunia game online dan mulai kecanduan untuk memainkannya, hidupnya berubah. Ia mulai kehilangan konsentrasi untuk belajar dan berpikir kritis. Hari-harinya hanya dihabiskan untuk bercengkerama dengan smartphone -nya sambil nge- war (Istilah yang digunakan oleh para gamers untuk bermain game perang) bersama teman-teman yang satu aliran dengannya. Frans yang sekarang sangat berbeda dengan Frans yang dulu pada saat ia menjadi Ketua OSIS di SMA yang terkenal begitu disiplin dan mempunyai prinsip hidup yang jelas. Setali tiga uang, ada kemir...

MAHASISWA

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Kami, selaku penyelenggara Forum Diskusi Mahasiswa (FORDISMA) Fakultas Hukum mengucapkan selamat datang di Fakultas Hukum kepada seluruh mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal Tahun Ajar 2018/2019. Untuk membuka kegiatan di semester ganjil, Fordisma mengadakan diskusi yang bertemakan “Mahasiswa” diantara pertanyaan yang diajukan salah satunya adalah “apa  definisi dari mahasiswa?” Dari sekian banyaknya mahasiswa yang menghadiri forum ini, beberapa mulai menjabarkan pendapatnya sesuai dengan pahaman masing-masing. Ada yang mengatakan bahwa mahasiswa adalah sesosok manusia baru yang dilahirkan di era milenial, sebagai alat komunikasi antar penguasa dengan masyarakat, namun dilain sisi mahasiswa juga tidak bisa mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai sosok pelajar yang harus mempunyai nilai akademis yang baik. Adapun yang mencontohkan tentang mahasiswa yang berdemonstrasi beberapa waktu lalu yang me...

PENTINGNYA MENEJEMEN WAKTU BAGI MAHASISWA

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Setelah sekian lama Forum Diskusi Mahasiswa Fakultas Hukum meliburkan diri dikarenakan adanya pergantian pengurus, Alhamdulillah kini sudah aktif kembali. Pada kesempatan ini, FORDISMA (Forum Diskusi Mahasiswa) mengangkat topik mengenai “Pentingnya Menejemen Waktu Bagi Mahasiswa”. Pada forum diskusi kali ini, penyelenggara mengundang tamu istimewa yakni Dosen Fakultas Hukum, ibu Anindita Dwi Hapsari, S.H.,M.H . Adapun curriculum vitae beliau sebagai berikut: Nama                                        : Anindita Dwi Hapsari, S.H.,M.H Tempat Tanggal Lahir               : Tegal, 10 Maret 1991 Jabatan                                ...