Langsung ke konten utama

MAHASISWA


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Kami, selaku penyelenggara Forum Diskusi Mahasiswa (FORDISMA) Fakultas Hukum mengucapkan selamat datang di Fakultas Hukum kepada seluruh mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal Tahun Ajar 2018/2019.
Untuk membuka kegiatan di semester ganjil, Fordisma mengadakan diskusi yang bertemakan “Mahasiswa” diantara pertanyaan yang diajukan salah satunya adalah “apa definisi dari mahasiswa?”

Dari sekian banyaknya mahasiswa yang menghadiri forum ini, beberapa mulai menjabarkan pendapatnya sesuai dengan pahaman masing-masing. Ada yang mengatakan bahwa mahasiswa adalah sesosok manusia baru yang dilahirkan di era milenial, sebagai alat komunikasi antar penguasa dengan masyarakat, namun dilain sisi mahasiswa juga tidak bisa mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai sosok pelajar yang harus mempunyai nilai akademis yang baik.

Adapun yang mencontohkan tentang mahasiswa yang berdemonstrasi beberapa waktu lalu yang mengisyaratkan bahwa letak intelektual saat ini berkurang, dengan menunjukkan moralitas yang baik dalam menyampaikan aspirasi yang ditampung sebaiknya dilakukan dengan cara audiensi, mediasi, dan sebagainya. Sebagaimana mahasiswa dituntut untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional, maka isu-isu yang sedang marak diperbincangkan oleh masyarakat luas sepertinya membutuhkan ruang public yang segar untuk mencapai sebuah solusi.

Membicarakan tentang “Mahasiswa”, adapun disepakati bersama dalam forum ini, bahwasannya ada beberapa jenis-jenis mahasiswa di kampus, seperti mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang rumah-kuliah-pulang rumah), aktif, aktivis, aktif aktivis, dan mahasiswa popular atau hits. Semua kategori itu tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, selama mahasiswa tersebut menyadari dan menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yang mana bukan sekadar segi pendidikan saja yang perlu ditunjukkan namun pengabdian serta penelitian harus dikuatkan.

Topik dalam forum menjadi lebih mengerucut ketika ada pertanyaan “mengapa memilih fakultas hukum sebagai ladang untuk mencari ilmu? (khususnya bagi mahasiswa fakultas hukum yang baru memasuki tahun ajaran baru)”. Beberapa mahasiswa menjawab pertanyaan tersebut, ada yang beralasan karena dari segi prospek kerja dibidang instansi baik pemerintahan maupun swasta pastinya membutuhkan orang yang memahami hukum positif di Indonesia dengan baik. Kemudian ada yang mengatakan karena tuntutan dari orang tua yang menginginkan anaknya mendapat gelar sarjana, dan beberapa alasan lainnya.

Sebenarnya terdapat alasan maupun tidak ada alasan mempelajari hukum itu, sah-sah saja. Karena kita hidup di negara hukum, negara yang menjunjung tinggi hukum. Hal ini dibuktikan dengan adanya segala aktivitas yang dilakukan masyarakat Indonesia yang pastinya tidak terlepas dari hukum atau peraturan yang berlaku. Maka ketika melihat hal ini, justu bukan orang tertentu saja yang boleh mempelajari ilmu hukum. Melainkan seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali diharuskan memiliki semangat dan giat untuk mempelajari ilmu hukum atau hukum positif yang ada di Indonesia. Alasan lain mempelajari ilmu hukum adalah untuk meningkatkan kualitas produk hukum yang telah di buat dan meminimalisir adanya pelanggaran atau perbuatan keji yang terjadi di lingkungan masyarakat. Maka dari itu, sebenarnya sangat perlu sekali mempelajari ilmu hukum di negara yang sangat menjunjung tinggi hukum.

Forum diakhiri dengan kesepakatan mengenai definisi mahasiswa dan alasan memutuskan belajar di Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal yang Alhamdulillah telah dipaparkan bersama-sama.
Sekian dan terima kasih. Semangat belajar!
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

FORDISMA FH 12 September 2018 - MKU FH


NB : FORDISMA (Forum Diskusi Mahasiswa) Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal dilaksanakan setiap hari Rabu, jam dua siang di ruang MKU FH.

Komentar

  1. Imam Al-Ghazali pernah berkata : "Rusaknya rakyat karena pemerintahannya rusak. Pemerintahan rusak karena para ilmuwannya rusak. Para ilmuwan rusak sebab mereka cinta harta dan kedudukan".
    Mahasiswa sebagai calon ilmuwan dan teknokrat berpotensi untuk menjadi salah satu premis dari silogisme rusaknya rakyat menurut Al-Ghazali. Untuk itu, mahasiswa diharapkan dapat meluruskan niat dan berjanji untuk tetap mempertahankan nilai-nilai akademisi sesuai bidangnya dalam bertindak, baik di waktu sekarang maupun di waktu mendatang, agar tidak mudah tergiur dengan harta dan jabatan-jabatan politis.

    BalasHapus
  2. Mahasiswa berfungsi bukan hanya sebagai pengajak masyarakat ke arah perubahan yang bersifat progresif, akan tetapi mahasiswa juga peran yang cocok untuk mendorong kekeliruan-kekeliruan yang ada di masyarakat agar diperbaiki, sebagai contoh kebijakan-kebijakan yang salah. Begitulah mahasiswa dengan fungsi dilihat dari posisinya diantara masyarakat dan penghasil kebijakan.

    BalasHapus

  3. Mahasiswa

    Betul adanya bahwa mahasiswa terbentuk dari kata maha dan siswa. Asal kata maha berasal dari bahasa Sansekerta dengan arti yang hampir sama dengan KBBI, yaitu ‘sangat’, ‘besar’, atau ‘mulia’.

    Sedangkan kata siswa — menurut hasil yang ditemukan — memiliki dua asal yang berbeda. Yang pertama, kata siswa merupakan serapan dari nama seorang dewa Trimurti dalam agama Hindu, yaitu Siwa. Dewa Siwa adalah dewa pelebur dan pemusnah yang tugasnya menghancurkan segala sesuatu yang telah usang dan tidak berkebaikkan lagi. Sekedar trivia, Ganesa adalah putra dari Siwa.

    Asal kata siswa yang kedua adalah dari bahasa Jawa yaitu wasis. Wasis dalam bahasa Jawa adalah orang yang pandai. Maka siswa dimaknakan sebagai orang yang belum pandai, merasa tidak pandai, atau kurang berilmu. Secara sederhana, siswa adalah orang yang belum wasis.

    https://medium.com/@nayakaangger/maha-siswa-tidak-sebercanda-itu-4a19a39245d5

    BalasHapus

  4. Mahasiswa

    Betul adanya bahwa mahasiswa terbentuk dari kata maha dan siswa. Asal kata maha berasal dari bahasa Sansekerta dengan arti yang hampir sama dengan KBBI, yaitu ‘sangat’, ‘besar’, atau ‘mulia’.

    Sedangkan kata siswa — menurut hasil yang ditemukan — memiliki dua asal yang berbeda. Yang pertama, kata siswa merupakan serapan dari nama seorang dewa Trimurti dalam agama Hindu, yaitu Siwa. Dewa Siwa adalah dewa pelebur dan pemusnah yang tugasnya menghancurkan segala sesuatu yang telah usang dan tidak berkebaikkan lagi. Sekedar trivia, Ganesa adalah putra dari Siwa.

    Asal kata siswa yang kedua adalah dari bahasa Jawa yaitu wasis. Wasis dalam bahasa Jawa adalah orang yang pandai. Maka siswa dimaknakan sebagai orang yang belum pandai, merasa tidak pandai, atau kurang berilmu. Secara sederhana, siswa adalah orang yang belum wasis.

    https://medium.com/@nayakaangger/maha-siswa-tidak-sebercanda-itu-4a19a39245d5

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Dibawa Ke Mana Nasib Bangsa Jika Generasi Muda Mati Rasa?

Jarum jam menunjukkan pukul 8 pagi. Namun, Frans baru saja terbangun dari tidurnya yang singkat setelah hampir semalaman ia ngelayab bersama teman-temannya mencari kesenangan versi generasi milenial. Padahal, hari itu ada mata kuliah yang akan dimulai tepat pukul 8 pagi. Tentu saja ia terlambat. Frans adalah salah satu mahasiswa di universitas swasta di Kota Tegal. Ia termasuk mahasiswa yang lumayan cerdas, tetapi sayang, semenjak ia mengenal dunia game online dan mulai kecanduan untuk memainkannya, hidupnya berubah. Ia mulai kehilangan konsentrasi untuk belajar dan berpikir kritis. Hari-harinya hanya dihabiskan untuk bercengkerama dengan smartphone -nya sambil nge- war (Istilah yang digunakan oleh para gamers untuk bermain game perang) bersama teman-teman yang satu aliran dengannya. Frans yang sekarang sangat berbeda dengan Frans yang dulu pada saat ia menjadi Ketua OSIS di SMA yang terkenal begitu disiplin dan mempunyai prinsip hidup yang jelas. Setali tiga uang, ada kemir...

PENTINGNYA MENEJEMEN WAKTU BAGI MAHASISWA

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Setelah sekian lama Forum Diskusi Mahasiswa Fakultas Hukum meliburkan diri dikarenakan adanya pergantian pengurus, Alhamdulillah kini sudah aktif kembali. Pada kesempatan ini, FORDISMA (Forum Diskusi Mahasiswa) mengangkat topik mengenai “Pentingnya Menejemen Waktu Bagi Mahasiswa”. Pada forum diskusi kali ini, penyelenggara mengundang tamu istimewa yakni Dosen Fakultas Hukum, ibu Anindita Dwi Hapsari, S.H.,M.H . Adapun curriculum vitae beliau sebagai berikut: Nama                                        : Anindita Dwi Hapsari, S.H.,M.H Tempat Tanggal Lahir               : Tegal, 10 Maret 1991 Jabatan                                ...